Kamis, 16 Agustus 2012

Ramadhan -Evaluasi Diri-


Hai sobat blogger… tak terasa yaa…akhirnya ramadhan sudah hapir pergi meninggalkan kita dan hari kemenagan akan menghampiri kita, baru saja kita berucap “Marhaban Ya Ramadhan” dan menyambutnya dengan bersuka cita untuk menjalankan ibadah puasa ramadhan selama sebulan penuh. Mari kita jadikan ramadhan ini untuk saling mengevaluasi dan intropeksi diri kita. Coba lihat kedalam diri kita, apa yang telah kita perbuat selama ramadhan ini, sudah kecukupankah atau malah kekurangan yang menjadikan kadar keimanan dan ketakwaan kita semakin menipis dan semakin menjauhkan diri kepada-Nya serta lalai akan perintah-Nya. Naudzubillahimin dzalik!!!

“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagai mana telah diwajibkan atas orang-orang dahulu sebelum kamu, agar kamu menjadi orang yang bertakwa (Al-Baqarah : 183).

Maka sebagai umat Islam yang beriman, sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk berpuasa dengan tujuan untuk meningkatkan ketakwaan kita dan sudah seharusnya kita bersungguh-sungguh berusaha untuk mewujudkan tujuan tersebut.

Bila benar-benar kita resapi maka kita akan tahu betapa besar manfaat yang kita dapat dari menjalankan ibadah puasa yang tidak perlu saya sebutkan lagi. Lihatlah…hari kemenangan sudah diambang pintu, hanya menghitung waktu beberapa hari maka kita akan merasakan dan menikmati manisnya hari kemenangan dan tentu saja itu akan benar-benar dirasakan oleh orang-orang yang menjalankan ibadah puasa dengan bersungguh-sungguh dalam menahan lapar dan dahaga serta syahwatnya dan yang selalu meningkatkan ibadahnya.

Hari kemenangan akan segera datang dan hal itu berarti bulan ramadahan yang penuh berkah dan ampunan ini akan semakin jauh meningggalkan kita. Kita akamn merasakan hari kemenangan, Namun disisi lain sudah sepatutnya kita bersedih karena akan berpisah dengan ramadhan yang kemungkinan besar kita tidak akan berjumpa lagi dengannya ditahun yang akan datang. Tidak ada yang memberi jaminan kepada kita bahwa kita akan bertemu lagi dengan ramadhan yang akan datang, yang dapat kita lakukan hanyalah berdo’a kepada-Nya agar kita tetap diberikan usia yang panjang untuk bertemu kembali dengan ramadhan yang akan datang. Karena pada hakikatnya, orang yang berbahagia adalah orang yang pada setiap tahunnya dapt berjumpa dengan ramadhan yang penuh berkah.

Maka sudah selayaknya kita mengevaluasi diri kita, kita intropeksi diri kita, apa sih yang udah kita perbuat selama ramadhan ini??? Mungkinkah kita berjumpa lagi diramadhan yang akan datang??? Mungkin buturan air mata ini akan menetes mengingat hal itu semua, apakah esok kita masih dapat menghirup udara yang segar ini dan masih dapat membuka mata ini??? Kalau tidak didunia ini dimana lagikah akan kita persiapkan bekal kita untuk menghadap-Nya. Kita terlahir dalam keadan fitrah maka sepatutnya juga kita kembali dalam keadaan fitrah, kita ridha kepada Allah dan Allah pun meridha’i kita. Rasanya masih belum terlambat kita perbaiki diri ini untuk lebih meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan serta kualitas ibadah kita kepada-Nya sebelum ramadhan benar-benar jauh pergi meninggalkan kita semua.

Semoga kita termasuk hamba-hamba  yang selalu mendapatkan nikmat Iman dan Islam terlebih nikmat Hidayah yang diberikan-Nya kepada orang-orang yang dipilihnya.
Aminnnn…..
Mari kita berusaha untuk selalu lebih meningkatkan ketakwaan kita di penghujung ramadhan yang akan segera pergi jauh meninggalkan kita semua.
^.^

0 komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah Anda dengan cerdas di blog ini. :)